Kamis, 11 Maret 2010
Rabu, 10 Maret 2010
Cerita indah
Matahari angkuh dengan sengatan panasnya
Menetes peluh saat rasa terik menghunjam kulit
Wajah pemuda itu sakit
Tangannya bergetar
Saat bunyi perut mengusik
Geraknya melambat
Dan ia jatuh tersungkur menahan lapar
Hai..,putra bangsa asuhan ibukota
Tegarmu ada saat kau mengais nasi basi di tumpukan sampah
Tapi..
Hatimu tak kuat hadapi rayuan
Hatimu terbeli dengan imbalan
Dan
Kakimu berdiri kokoh demi satu hari setelah hari ini
Hai..,putra bangsa asuhan ibukota
Kau campakkankah masa depanmu?
Kau menggeram..dan bertanya
Masa depan yang mana?
Cita cita yang mana?
Apakah aku punya?
Karamku sudah terjadi,langkahku berakhir disini
Asaku terputus karena mereka
Mereka yang serakah merampas dunia
Mereka yang santun dengan harta
Simpan saja ,khawatirmu!
Bawa pergi rasa kasihanmu!
Seret saja,cintamu menjauh!
Karena kami tak butuh semua…
Kami hanya perlu cerita indah
Agar tidur kami lelap malam ini.
2 bilah sisi malam
Penguasa gelap mulai mengagungkan kekuasaannya kala titik cahaya hangus ditelan ufuk barat.
Keheningan berakar menyerupai kehampaan hakiki,menyeruak masuk ke buluh buluh dingin sampai kehati.
Rahasia sang ilahi dalam ciptaNYA akan malam.
Malam yang menyimpan dua bilah kehidupan
Malam yang menyuburkan dua sisi antara dosa dan kesucian
Dosa yang tersimpan di bawahnya,menyediakan kupu kupu tepi jalan yang memanggil manggil para pecinta untuk melepaskan dahaga yang tak kunjung terselesaikan.
Para penyembah penyembah kenikmatan,diantara golek gemulainya tarian yang menderu deras dengan iringan musiknya setan.
Para peneguk permainan yang hiruk pikuk akibat pundi pundi kemenangan dan luluh lantaknya kekalahan.
Di sudut lain di sepertiga malam,untaian doa menghantar syahdu mengharap Ridho akan kuasaMU,seiring tangisan para pendosa yang mengais ibaMU….
Dzikir yang mengalir manis dari mulut mulut para khalifahMU,sanjungan akan kebesaranmu dan nyanyian indah dari para umatMu yang selalu sanggup melantunkan ayat ayatMU.
Malam adalah bagian dari satu hari kehidupan
Malam juga penghantar kelelahan menuju pembaringan
Merangkak pelan menuju waktu yang habis,sampai akhirnya malam bersiap pergi dan menjadikannya bagimu satu malam terakhir.
Menyatu dengan angin
Jiwaku kan mencari arti yang hakiki,
Jiwaku kan terbang bersama angin melayang dengan ringan menyibak daun daun cemara yang tinggi,
Sampai ketika kabut menyeretku bersamanya,merasakan ketenangan dalam pandangan yang tak jelas dan dingin yang tegas,
Lalu ku membaur menjadi embun pagi,dan menetes di atas dedaunan keladi,bergulir dan menguap akibat sinar matahari.
Aku bangkit darinya menuju langit dan kemudian jatuh kebumi bersama hujan,di iringi nyanyian nyanyian mahluk Tuhan yang bergembira akan Nikmat yang tersiram.
Aku lunglai dan terserap masuk kedalam pori pori tanah,bergerak bebas dan menguak akar akar kehidupan dari dari bumi bagian bawah.
Dan kutemukan jasadku yang tersimpan suci berselimut hening,jasad yang tersembunyi oleh maut,jasad yang terpisah yang melepaskan jiwaku pergi ,saat janji terakhirku pada sang ILAHI telah habis.
Bidadari dan wanita surga

Di sebuah perjalanan akhir ,ketika titik persinggahan sudah habis
Sesosok makhluk cantik yang berkehidupan di surga kan menunggu
Hiasan malu ,pada tubuhnya
dengan kesucian yang sangat terjaga
Harum semerbak meninggikan hasrat
Jika saja ia datang ,dan menyibak awan awan langit
Kulitnya yang bersinar mampu menerangi jagat
Subhanallah….. ia sebening yaqut dan seputih marjan( Qs.Ar Rahman:72)
Cahaya wajahnya berbanding dengan cahaya rembulan dan taburan bintang
Matanya jeli sehingga keindahan bumi terpancar di dalamnya
Ummu salamah ra bertanya pada Rasulullah saw
“Wahai junjunganku siapakah yang lebih utama
wanita dunia atau bidadari surga”?
Rasul menjawab “wanita dunialah yang lebih utama”
Karena…
Sholatnya,dzikirnya,puasa dan ibadahnya diletakkan diwajah wanita dunia
Hingga cahayanya merasuk lekat dan berbinar penuh kecantikannya
Tubuhnya terbalut sutra hijau,kulitnya membias putih bersih.
Perhiasan megah memenuhi lekukan pakaiannya
Bersanggul ia dengan mutiara dan bersisir ia dengan kilauan emas permata.
Para wanita surga kan berkata
Kami kan hidup abadi dan kami tidak akan mati lagi
Kami lemah lembut dengan sapaan yang memanjakan jiwa
Kami kan setia,karena kami tak pernah beranjak pergi dan berpaling dari pendamping kami
Mulut kami tak pernah menyebut ghibah dan bersungut
Berbahagialah orang yang memiliki kami dan kami memilikinya(HR Ath.Thabrani)
Betapa sempurnanya surga dengan mahluk yang tinggal didalamnya.
Semua KuasaMU Ya RABB…