Rabu, 10 Maret 2010

Cerita indah

Matahari angkuh dengan sengatan panasnya

Menetes peluh saat rasa terik menghunjam kulit

Wajah pemuda itu sakit

Tangannya bergetar

Saat bunyi perut mengusik

Geraknya melambat

Dan ia jatuh tersungkur menahan lapar

Hai..,putra bangsa asuhan ibukota

Tegarmu ada saat kau mengais nasi basi di tumpukan sampah

Tapi..

Hatimu tak kuat hadapi rayuan

Hatimu terbeli dengan imbalan

Dan

Kakimu berdiri kokoh demi satu hari setelah hari ini

Hai..,putra bangsa asuhan ibukota

Kau campakkankah masa depanmu?

Kau menggeram..dan bertanya

Masa depan yang mana?

Cita cita yang mana?

Apakah aku punya?

Karamku sudah terjadi,langkahku berakhir disini

Asaku terputus karena mereka

Mereka yang serakah merampas dunia

Mereka yang santun dengan harta

Simpan saja ,khawatirmu!

Bawa pergi rasa kasihanmu!

Seret saja,cintamu menjauh!

Karena kami tak butuh semua…

Kami hanya perlu cerita indah

Agar tidur kami lelap malam ini.

2 bilah sisi malam

Penguasa gelap mulai mengagungkan kekuasaannya kala titik cahaya hangus ditelan ufuk barat.

Keheningan berakar menyerupai kehampaan hakiki,menyeruak masuk ke buluh buluh dingin sampai kehati.

Rahasia sang ilahi dalam ciptaNYA akan malam.

Malam yang menyimpan dua bilah kehidupan

Malam yang menyuburkan dua sisi antara dosa dan kesucian

Dosa yang tersimpan di bawahnya,menyediakan kupu kupu tepi jalan yang memanggil manggil para pecinta untuk melepaskan dahaga yang tak kunjung terselesaikan.

Para penyembah penyembah kenikmatan,diantara golek gemulainya tarian yang menderu deras dengan iringan musiknya setan.

Para peneguk permainan yang hiruk pikuk akibat pundi pundi kemenangan dan luluh lantaknya kekalahan.

Di sudut lain di sepertiga malam,untaian doa menghantar syahdu mengharap Ridho akan kuasaMU,seiring tangisan para pendosa yang mengais ibaMU….

Dzikir yang mengalir manis dari mulut mulut para khalifahMU,sanjungan akan kebesaranmu dan nyanyian indah dari para umatMu yang selalu sanggup melantunkan ayat ayatMU.

Malam adalah bagian dari satu hari kehidupan

Malam juga penghantar kelelahan menuju pembaringan

Merangkak pelan menuju waktu yang habis,sampai akhirnya malam bersiap pergi dan menjadikannya bagimu satu malam terakhir.

Menyatu dengan angin

Jiwaku kan mencari arti yang hakiki,

Jiwaku kan terbang bersama angin melayang dengan ringan menyibak daun daun cemara yang tinggi,

Sampai ketika kabut menyeretku bersamanya,merasakan ketenangan dalam pandangan yang tak jelas dan dingin yang tegas,

Lalu ku membaur menjadi embun pagi,dan menetes di atas dedaunan keladi,bergulir dan menguap akibat sinar matahari.

Aku bangkit darinya menuju langit dan kemudian jatuh kebumi bersama hujan,di iringi nyanyian nyanyian mahluk Tuhan yang bergembira akan Nikmat yang tersiram.

Aku lunglai dan terserap masuk kedalam pori pori tanah,bergerak bebas dan menguak akar akar kehidupan dari dari bumi bagian bawah.

Dan kutemukan jasadku yang tersimpan suci berselimut hening,jasad yang tersembunyi oleh maut,jasad yang terpisah yang melepaskan jiwaku pergi ,saat janji terakhirku pada sang ILAHI telah habis.

Bidadari dan wanita surga


Di sebuah perjalanan akhir ,ketika titik persinggahan sudah habis

Sesosok makhluk cantik yang berkehidupan di surga kan menunggu

Hiasan malu ,pada tubuhnya

dengan kesucian yang sangat terjaga

Harum semerbak meninggikan hasrat

Jika saja ia datang ,dan menyibak awan awan langit

Kulitnya yang bersinar mampu menerangi jagat

Subhanallah….. ia sebening yaqut dan seputih marjan( Qs.Ar Rahman:72)

Cahaya wajahnya berbanding dengan cahaya rembulan dan taburan bintang

Matanya jeli sehingga keindahan bumi terpancar di dalamnya

Ummu salamah ra bertanya pada Rasulullah saw

“Wahai junjunganku siapakah yang lebih utama

wanita dunia atau bidadari surga”?

Rasul menjawab “wanita dunialah yang lebih utama”

Karena…

Sholatnya,dzikirnya,puasa dan ibadahnya diletakkan diwajah wanita dunia

Hingga cahayanya merasuk lekat dan berbinar penuh kecantikannya

Tubuhnya terbalut sutra hijau,kulitnya membias putih bersih.

Perhiasan megah memenuhi lekukan pakaiannya

Bersanggul ia dengan mutiara dan bersisir ia dengan kilauan emas permata.

Para wanita surga kan berkata

Kami kan hidup abadi dan kami tidak akan mati lagi

Kami lemah lembut dengan sapaan yang memanjakan jiwa

Kami kan setia,karena kami tak pernah beranjak pergi dan berpaling dari pendamping kami

Mulut kami tak pernah menyebut ghibah dan bersungut

Berbahagialah orang yang memiliki kami dan kami memilikinya(HR Ath.Thabrani)

Betapa sempurnanya surga dengan mahluk yang tinggal didalamnya.

Semua KuasaMU Ya RABB…